Dibalik keberadaannya. - Pesan Misterius!. (Jilid 1)
Friday, 23 January 2015
1 Comment
Aku duduk sambil memperhatikan langit. Cerah dan biru. Sendirian, tanpa kehadiran siapa pun. Tidak masalah, aku lebih suka seperti ini.
Sebenarnya ada hal yang membuat pikiranku berkecamuk. Bukan karena hal-hal aneh di luar ataupun terror makhluk gaib. Ini menyangkut diriku. Besok atau mungkun lusa aku akan pindah ke luar kota, dan otomatis akupun pindah sekolah. Ayahku tugas keluar Negara lain.
Awalnya aku tidak setuju. Bagaimana tidak? Aku telah memiliki banyak sahabat disini, dan aku sudah sangat nyaman tinggal disini. Apalagi dengan semua kenangan yang mereka berikan. Tapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memang diharuskan seperti ini.
“Raja, apa yang kamu lakukan disini?” Yaya menghapiriku. Aku menengok lalu tersenyum. “Aku hanya memandang langit yang cerah ini” jawabku “Aku tahu masalahmu. Memang berat meninggalkan segalanya yang ada disini, tapi kami tidak akan pernah melupakanmu.”
Aku menghela nafas. Aku tidak boleh sedih.
“Terimakasih, Yaya.” Ujarku tersenyum.
“Yasudah, aku mau pulang dulu, aku harus membereskan barang-barangku dulu.”
“Raja, aku lupa satu hal.” Yaya menghentikan langkah. Nada bicaranya tiba tiba berubah sangat serius. “Ada apa?” Dia terdiam. Matanya menatapku tajam. Aku tahu maksud dari tatapan mata itu. Apa mungkin…. “Kamu benar, aku hanya ingin menyampaikan satu hal.” Ujarnya.
“HENTIKAN WANITA ITU! HANYA KAMU YANG BISA MENGHENTIKANNYA. NYAWAMU DALAM BAHAYA!” Yaya tersentak, menatapku sebentar dan berlari pergi.
Ada apa sebenarnya?
Mendadak Yaya menjadi aneh. Apakah jangan-jangan ada kaitannya dengan waktu aku kecil dulu? Ah, tidak mungkin. Tanpa terdiam diri lagi, aku segera kerumah untuk membereskan barang-barang.
****
“Kamu sudah siap?” Tanya Ibu. Aku mengangguk sembari mendorok koper.
Tadi malam, aku sudah bilang kepada Kannabi dan Risma. Memang sih, awalnya mereka syok mendengar kepindahanku. Lagian aku tidak pernah memberitahukan kepada mereka sebelumnya, kecuali Yaya.
Meski aku tidak mengabari, anak itu pasti sudah mengetahuinya lebih dulu.
Aku berpamitan kepada Mr. Saefudin. Dia menangguk.
“Raja!” panggil seseorang.
Orang itu rupanya Risma yang di susul Kannabi dari belakangnya. “Jangan lupakan.. Sahabatmu disini!” pekiknya.
“Kami akan sangat merindukanmu!” Mereka melambaikan tangan. Aku membalas lambaian tangan itu.
“Aku tidak akan melupakan kalian!”
Beberapa saat setelah mobil melaju. Membawaku menuju tempat baru. Ada rasa penasaran dalam diri mengenai rumah baru.
Aku melihat pemandangan dari dalam mobil. Terlihat Yaya melambaikan tangan dari atas pohon. Aku masih ingat perkataan Yaya kemarin.
Tunggu dulu, siapa orang yang ada dibelakang Yaya?
Sebenarnya ada hal yang membuat pikiranku berkecamuk. Bukan karena hal-hal aneh di luar ataupun terror makhluk gaib. Ini menyangkut diriku. Besok atau mungkun lusa aku akan pindah ke luar kota, dan otomatis akupun pindah sekolah. Ayahku tugas keluar Negara lain.
Awalnya aku tidak setuju. Bagaimana tidak? Aku telah memiliki banyak sahabat disini, dan aku sudah sangat nyaman tinggal disini. Apalagi dengan semua kenangan yang mereka berikan. Tapi, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memang diharuskan seperti ini.
“Raja, apa yang kamu lakukan disini?” Yaya menghapiriku. Aku menengok lalu tersenyum. “Aku hanya memandang langit yang cerah ini” jawabku “Aku tahu masalahmu. Memang berat meninggalkan segalanya yang ada disini, tapi kami tidak akan pernah melupakanmu.”
Aku menghela nafas. Aku tidak boleh sedih.
“Terimakasih, Yaya.” Ujarku tersenyum.
“Yasudah, aku mau pulang dulu, aku harus membereskan barang-barangku dulu.”
“Raja, aku lupa satu hal.” Yaya menghentikan langkah. Nada bicaranya tiba tiba berubah sangat serius. “Ada apa?” Dia terdiam. Matanya menatapku tajam. Aku tahu maksud dari tatapan mata itu. Apa mungkin…. “Kamu benar, aku hanya ingin menyampaikan satu hal.” Ujarnya.
“HENTIKAN WANITA ITU! HANYA KAMU YANG BISA MENGHENTIKANNYA. NYAWAMU DALAM BAHAYA!” Yaya tersentak, menatapku sebentar dan berlari pergi.
Ada apa sebenarnya?
Mendadak Yaya menjadi aneh. Apakah jangan-jangan ada kaitannya dengan waktu aku kecil dulu? Ah, tidak mungkin. Tanpa terdiam diri lagi, aku segera kerumah untuk membereskan barang-barang.
****
“Kamu sudah siap?” Tanya Ibu. Aku mengangguk sembari mendorok koper.
Tadi malam, aku sudah bilang kepada Kannabi dan Risma. Memang sih, awalnya mereka syok mendengar kepindahanku. Lagian aku tidak pernah memberitahukan kepada mereka sebelumnya, kecuali Yaya.
Meski aku tidak mengabari, anak itu pasti sudah mengetahuinya lebih dulu.
Aku berpamitan kepada Mr. Saefudin. Dia menangguk.
“Raja!” panggil seseorang.
Orang itu rupanya Risma yang di susul Kannabi dari belakangnya. “Jangan lupakan.. Sahabatmu disini!” pekiknya.
“Kami akan sangat merindukanmu!” Mereka melambaikan tangan. Aku membalas lambaian tangan itu.
“Aku tidak akan melupakan kalian!”
Beberapa saat setelah mobil melaju. Membawaku menuju tempat baru. Ada rasa penasaran dalam diri mengenai rumah baru.
Aku melihat pemandangan dari dalam mobil. Terlihat Yaya melambaikan tangan dari atas pohon. Aku masih ingat perkataan Yaya kemarin.
Tunggu dulu, siapa orang yang ada dibelakang Yaya?
enternya ga ada ya :/
ReplyDelete