Dibalik keberadaannya. (Prolog)

Langit mendung menyembunyikan purnama yang ketakutan dengan sesuatu di bawahnya. Di bawah sana api berkobar. Asap hitam mengepul di udara.
"Bakar dia hidup-hidup!" pekik pria tua berjenggot tebal.
"Dia pantas menerima hal ini setelah apa yang dia lakukan kepada anak-anak tak berdosa."
Amukan itu terhendi sesaat karena seorang berteriak. "Wanita itu kabur! Dia masuk kedalam hutan!" Warga mengejar wanita yang dimaksud tadi, meninggalkan sebuah rumah yang dibakar api. Sebenarnya, apa yang telah terjadi? Terdengar desahan nafas memburu. Wanita itu berlari, padahal kakinya sudah kotor dan lecet. Hanya ada satu kata yang terdengar.
Lenyapkan!
Tidak disangka sebuah batu kerikil berhasil menyentuh kakinya, wanita itu terjatuh, matanya membelalak, dan ketakutan. Ada sesuatu di depan sana yang menanti.
 ***
 Seseorang telah berhasil menikamnya.

0 Response to "Dibalik keberadaannya. (Prolog)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel